Pendekatan Keagamaan Mempererat Kemitraan Polisi dan Jamaah Desa Mojosari

Pendekatan Keagamaan Mempererat Kemitraan Polisi dan Jamaah Desa Mojosari

 

Menjalin kedekatan dengan warga melalui pendekatan spiritual terus digalakkan oleh jajaran Polsek Belitang I. Pada Sabtu subuh, 24 Oktober 2026 pukul 04.30 WIB, jajaran kepolisian menggelar program Subuh Keliling yang bertempat di Masjid Al-Khair, Desa Mojosari, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur.

 

Dalam kegiatan keagamaan ini, Kapolsek Belitang I AKP Johan Syafri, S.E. diwakili oleh Kasium Aiptu Aris Budi Setiono. Turut hadir mendampingi yakni personel Polsek Belitang I, Imam Masjid Ustadz Ahmad Khusairi, serta sekitar 25 orang jamaah dan warga masyarakat sekitar yang memadati area ibadah.

 

## Dialog Interaktif Hingga Penyerahan Al-Qur’an untuk Kemakmuran Masjid

 

Rangkaian kegiatan Subuh Keliling diawali dengan pelaksanaan salat subuh berjamaah yang berlangsung khusyuk. Seusai ibadah, Aiptu Aris Budi Setiono membuka ruang dialog interaktif serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas strategis kepada jamaah, di antaranya:

 

* Mengajak masyarakat untuk berperan aktif dan gotong royong dalam menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan sekitar.

* Memberikan imbauan tegas agar warga dilarang keras membuka atau membersihkan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar demi mencegah bencana karhutla.

* Mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan layanan kepolisian 110 untuk melaporkan setiap persoalan maupun gangguan kamtibmas secara cepat dan mudah.

 

Sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan warga, jajaran Polsek Belitang I juga menyerahkan kitab suci Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al-Khair.

 

### Rangkaian Ibadah Berlangsung Khidmat, Lancar, dan Penuh Nuansa Kekeluargaan

 

Seluruh rangkaian kegiatan Subuh Keliling Polsek Belitang I selesai pada pukul 05.15 WIB. Kegiatan spiritual dan silaturahmi ini berjalan dengan aman, khidmat, serta lancar, sekaligus makin memperkokoh ikatan emosional antara aparat kepolisian dan tokoh agama setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *