Mengakar di Bumi Tegalrejo: Ketika Seragam Cokelat dan Petani Jagung Bersatu Demi Pangan Desa

AIPDA Langga Mengawal Asa dari Lahan Seperlima Hektar Milik Pak Taufik

OKU TIMUR – Ketahanan pangan bukan sekadar program di atas kertas, melainkan aksi nyata yang tumbuh dari tanah-tanah desa. Hal inilah yang ditunjukkan oleh personel Polsek Belitang I, AIPDA Langga, pada Selasa, 30 Juni 2026. Dengan mengabaikan terik matahari pagi, ia membaur bersama warga di Desa Tegalrejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, untuk memastikan roda pertanian di wilayah tersebut tetap berputar optimal.

Kehadiran AIPDA Langga di lapangan menjadi simbol kuat bahwa Polri hadir di segala lini kehidupan masyarakat. Bukan untuk penegakan hukum semata, melainkan berdiri sebagai mitra karib petani dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan dari tingkat yang paling dasar, yaitu ketahanan pangan desa.

Meniti Garis Hijau Tanaman Jagung di Jantung Belitang

Aktivitas kedinasan kali ini membawa AIPDA Langga ke ladang subur milik Bapak Taufik (45), seorang petani lokal yang mendedikasikan hidupnya untuk mengolah tanah warisan leluhur. Di atas lahan seluas seperlima hektar, Pak Taufik memilih bertaruh pada komoditas jagung—pilihan yang dinilai strategis karena masa tanamnya yang relatif efisien dan daya tahannya yang kuat terhadap perubahan cuaca lokal.

Sambil menyusuri bedengan tanaman, AIPDA Langga dan Pak Taufik terlibat diskusi santai namun berisi. Mulai dari urusan pasokan pupuk, teknik penyiangan gulma, hingga strategi menghadapi hama dibahas bersama demi memastikan tanaman jagung setinggi dada itu dapat dipanen dengan hasil yang melimpah beberapa waktu ke depan.

Menjaga Dapur Rakyat Tetap Ngebul Melalui Sambang Pertanian

Bagi Polsek Belitang I, memantau perkembangan sektor pertanian warga adalah investasi keamanan jangka panjang. Ketika kebutuhan perut masyarakat terpenuhi dan kesejahteraan petani terjaga, maka angka kriminalitas secara otomatis dapat ditekan. Pendampingan seperti ini diharapkan mampu memicu semangat para petani lain di Kecamatan Belitang untuk memanfaatkan sejengkal tanah kosong menjadi lahan produktif.

Pak Taufik mengaku sangat termotivasi dengan kedatangan aparat kepolisian yang sudi mengotori sepatu larasnya di atas tanah becek ladang jagung. Perhatian kecil namun konsisten dari AIPDA Langga ini menjadi suntikan energi bagi dirinya untuk terus merawat asa, memanen kesejahteraan dari hamparan hijau Desa Tegalrejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *